Di era perubahan iklim, kesadaran sosial, dan pengawasan regulasi yang semakin ketat, perusahaan berupaya mengadopsi definisi kesuksesan yang terintegrasi, bukan hanya keuntungan. Perubahan ini diwujudkan dalam prinsip-prinsip Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG). Meskipun umumnya dikaitkan dengan keuangan dan strategi perusahaan, jangkauan ESG dengan cepat meluas hingga menyentuh semua aspek organisasi, bahkan inti digitalnya: infrastruktur TI.
Desain jaringan berkelanjutan bukanlah istilah umum; ini adalah kebutuhan strategis. Ini adalah penciptaan dan pengelolaan jaringan secara sengaja untuk mengurangi dampak lingkungan, meningkatkan kesejahteraan sosial, dan selaras dengan praktik tata kelola yang tangguh.
Mari kita jelajahi bagaimana infrastruktur TI Anda dapat menjadi katalis yang efektif untuk tujuan ESG organisasi Anda.
BACA JUGA: 5G Swasta Berkembang Pesat di Enam Industri Utama Ini. Inilah Alasannya.
Pilar Lingkungan: Menghijaukan Jaringan Anda
Aspek hijau dari ESG membahas pengaruh suatu organisasi terhadap alam. Untuk bidang TI, hal itu terutama menyangkut penggunaan energi, limbah elektronik, dan emisi karbon.
Efisiensi Energi: Mengurangi Emisi
Konsumsi daya mentah dari peralatan jaringan dan pusat data sangat besar. Desain ramah lingkungan berfokus pada peralatan yang hemat daya, termasuk switch, router, dan server berdaya rendah. Menginstal perangkat lunak manajemen daya cerdas, virtualisasi, dan konsolidasi infrastruktur dapat menghemat daya dalam jumlah yang sangat besar. Pertimbangkan untuk beralih ke energi terbarukan untuk pusat data Anda jika memungkinkan. Setiap watt yang dihemat merupakan tonggak penting menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.
Pengurangan Limbah Elektronik: Manajemen Siklus Hidup
Cepatnya peralatan TI menjadi usang berkontribusi pada krisis limbah elektronik yang semakin meningkat. Desain jaringan berkelanjutan menggabungkan pendekatan ekonomi sirkular. Ini berarti memprioritaskan peralatan yang tahan lama, mengeksplorasi opsi untuk memperbaiki dan menggunakan kembali perangkat keras, dan menetapkan program daur ulang yang bertanggung jawab untuk aset yang sudah habis masa pakainya. Memperpanjang masa pakai komponen jaringan Anda secara langsung mengurangi limbah yang dikirim ke tempat pembuangan sampah.
Pilar Sosial: Menghubungkan dengan Tanggung Jawab
Selain jejak lingkungan, TI berkelanjutan juga memperhatikan faktor manusia—huruf “S” dalam ESG. Ini tentang memberikan pengaruh positif pada karyawan, komunitas, dan pemangku kepentingan.
Inklusi dan Aksesibilitas Digital: Menjembatani Kesenjangan
Desain jaringan yang berkelanjutan bersifat inklusif. Desain ini menyediakan konektivitas yang stabil dan mudah diakses untuk semua orang, tanpa memandang lokasi atau kemampuan. Ini termasuk jaringan pendukung kebutuhan pengguna yang mengakomodasi berbagai kebutuhan pengguna yang beragam, dengan mempertimbangkan akses bandwidth di daerah-daerah yang kurang terlayani, dan menggabungkan fitur aksesibilitas ke dalam layanan jaringan. Melalui inklusi digital, organisasi menjadi bagian dari penciptaan kesetaraan sosial dan pemberdayaan komunitas.
Etika Rantai Pasokan: Ketertelusuran dan Transparansi
Komponen-komponen dalam jaringan Anda cenderung bersumber dari rantai pasokan global. Desain jaringan yang berkelanjutan memerlukan pemeriksaan cermat terhadap rantai pasokan ini untuk memastikan praktik kerja yang etis, upah yang layak, dan pengadaan bahan baku yang bertanggung jawab. Berkolaborasi dengan pemasok yang menunjukkan komitmen ESG yang tinggi dapat memperluas dampak sosial yang bermanfaat.
Pilar Tata Kelola: Mengembangkan Kerangka Kerja yang Tangkas
Komponen tata kelola dalam ESG berkaitan dengan kontrol, kebijakan, dan kepemimpinan yang memfasilitasi organisasi untuk bertindak secara etis dan bertanggung jawab. Bagi TI, ini berarti keamanan yang kuat, privasi data, dan keterbukaan.
Keamanan Siber dan Privasi Data: Melindungi Hal yang Penting
Jaringan yang aman adalah jaringan yang bertanggung jawab. Proses keamanan siber yang tak tercela sangat penting tidak hanya untuk ketahanan bisnis tetapi juga untuk melindungi informasi pengguna yang sensitif. Memiliki kebijakan privasi data yang kuat dan mematuhi standar kepatuhan seperti GDPR atau CCPA menunjukkan komitmen terhadap manajemen data yang etis, sehingga mendapatkan kepercayaan dari pelanggan dan pemangku kepentingan.
Transparansi dan Pelaporan: Menunjukkan Akuntabilitas
Desain jaringan yang berkelanjutan membutuhkan komitmen terhadap transparansi. Hal ini mencakup pelaporan rutin tentang kinerja lingkungan jaringan Anda, konsumsi energi, dan pengelolaan limbah elektronik. Kerangka kerja tata kelola yang jelas, jejak audit, dan mekanisme akuntabilitas memastikan bahwa inisiatif keberlanjutan tidak hanya bersifat aspiratif tetapi juga secara aktif diukur dan ditingkatkan.
Masa Depan Itu Berkelanjutan
Menyelaraskan infrastruktur TI Anda dengan tujuan ESG bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Dengan mengadopsi prinsip-prinsip desain jaringan berkelanjutan, organisasi dapat memangkas biaya, menghindari risiko, membangun merek yang lebih kuat, dan membantu memberi manfaat bagi planet dan penduduknya. Jalan menuju jaringan berkelanjutan yang sesungguhnya dimulai dengan keputusan yang disengaja dan perjalanan perbaikan berkelanjutan. Biarkan infrastruktur TI Anda memandu jalan menuju masa depan yang lebih etis dan tangguh.

