Bisnis, wirausahawan, dan perusahaan kecil menggunakan platform low-code dan no-code untuk membangun situs web lebih cepat, lebih efektif, dan dengan biaya lebih rendah. Platform ini berada di garis depan transformasi digital global, memungkinkan non-pengembang untuk membuat aplikasi web canggih dengan sedikit atau tanpa pengetahuan coding. Dalam blog ini, kita akan membahas lima platform low-code dan no-code teratas yang patut diperhatikan pada tahun 2025 untuk pengembangan web. Platform ini dibuat untuk memenuhi berbagai kebutuhan, mulai dari situs web dasar hingga aplikasi tingkat perusahaan yang kompleks.
1. Wix (Platform Tanpa Kode)
Wix telah lama menjadi platform populer bagi pengguna yang ingin membangun situs web tanpa memerlukan pengetahuan pemrograman. Namun, fitur-fitur yang akan datang di tahun 2025-lah yang membuatnya semakin ampuh untuk pengembangan web. Dengan fungsi drag-and-drop dan beragam template yang telah dirancang sebelumnya, Wix memungkinkan pengguna untuk membuat situs web yang sepenuhnya responsif dengan mudah. Bagi bisnis yang mencari kehadiran online, Wix menawarkan solusi terintegrasi seperti fungsi e-commerce, alat SEO, dan otomatisasi pemasaran—semuanya tanpa perlu menulis satu baris kode pun.
Pada tahun 2025, Wix akan terus berevolusi, mengintegrasikan alat AI dan pembelajaran mesin yang akan memberikan pengguna rekomendasi desain web yang dipersonalisasi, saran konten, dan kiat optimasi. Bagi pengguna dan bisnis yang perlu meningkatkan skala operasi mereka sambil mempertahankan antarmuka yang ramah pengguna, Wix tetap menjadi salah satu platform tanpa kode yang paling mudah diakses dan ampuh di pasaran.
2. OutSystems (Platform Low-Code)
OutSystems adalah platform low-code terkemuka yang dikenal karena kemampuan pengembangan aplikasi web dan seluler kelas perusahaan. Ditujukan untuk pengembang dan organisasi yang perlu membangun aplikasi kompleks dengan cepat, OutSystems menawarkan kombinasi unik antara alat pengembangan visual dan opsi integrasi yang andal. OutSystems diprediksi akan terus meningkat popularitasnya, terutama bagi perusahaan yang membutuhkan pengembangan aplikasi cepat di sektor-sektor seperti keuangan, perawatan kesehatan, dan ritel.
OutSystems memungkinkan pengembang untuk membuat aplikasi berkinerja tinggi dengan arsitektur back-end yang skalabel sambil mempertahankan proses desain front-end yang intuitif. Kemampuan platform untuk berintegrasi dengan sistem TI yang ada dan aplikasi pihak ketiga menjadikannya pilihan yang sangat baik bagi bisnis yang ingin memodernisasi infrastruktur digital mereka. Dengan fitur analitik dan otomatisasi berbasis AI yang semakin canggih, OutSystems diposisikan untuk menjadi pemain kunci dalam ruang pengembangan low-code.
3. Bubble (Platform Tanpa Kode)
Bubble adalah platform tanpa kode yang populer yang memungkinkan pengguna untuk membangun aplikasi web berbasis basis data yang berfungsi penuh tanpa pengetahuan pemrograman apa pun. Platform ini menyediakan editor visual intuitif yang memungkinkan pengguna untuk mendesain alur kerja yang kompleks, mengatur API, dan menyesuaikan antarmuka pengguna. Yang membedakan Bubble adalah kemampuannya untuk membangun aplikasi yang melampaui situs web sederhana, menawarkan aplikasi web lengkap, pasar online, jejaring sosial, dan banyak lagi.
Fleksibilitas adalah alasan utama mengapa platform ini semakin populer di kalangan non-pengembang dan pengusaha yang ingin membuat MVP (Minimum Viable Product) tanpa memerlukan tim pengembang. Bubble akan terus meningkatkan platformnya dengan plugin baru, integrasi, dan fokus yang lebih kuat pada skalabilitas dan keamanan, menjadikannya salah satu platform no-code terbaik untuk para pembuat aplikasi web yang bercita-cita tinggi.
4. Webflow (Platform Tanpa Kode)
Webflow adalah platform tanpa kode yang semakin populer di kalangan desainer, pengembang, dan bisnis untuk membangun situs web dan aplikasi web yang menakjubkan secara visual. Platform ini menonjol karena kemampuan desainnya yang tangguh, yang menawarkan tingkat kustomisasi lebih tinggi dibandingkan dengan alat tanpa kode lainnya. Webflow menyediakan editor visual yang meniru perangkat lunak desain profesional seperti Adobe XD dan Figma, memungkinkan pengguna untuk membuat situs web yang sepenuhnya responsif dan interaktif dengan animasi dan interaksi tingkat lanjut.
Kemampuan mereka untuk membangun situs web siap produksi dengan sistem manajemen konten (CMS) terintegrasi dan fungsionalitas e-commerce akan terus menarik para pengusaha dan usaha kecil. Kemampuan SEO platform yang kuat, dikombinasikan dengan fokusnya pada optimasi kinerja, menjadikannya pilihan tepat bagi siapa pun yang ingin membuat situs web yang menarik secara visual dan berkinerja tinggi. Pustaka integrasi dan alat pihak ketiga Webflow yang terus berkembang hanya akan meningkatkan posisinya di ruang no-code.
5. Mendix (Platform Low-Code)
Mendix adalah platform low-code andal lainnya yang memungkinkan pengembang profesional dan pengguna non-teknis untuk berkolaborasi dalam membangun aplikasi web dan seluler yang kompleks. Sebagai pemimpin dalam pengembangan aplikasi perusahaan, Mendix menyediakan berbagai fitur lengkap bagi pengguna, termasuk alat drag-and-drop, template yang sudah jadi, dan kemampuan penerapan cloud. Dengan fokus yang kuat pada kelincahan, Mendix sangat menarik bagi bisnis yang membutuhkan pembuatan prototipe cepat dan pengembangan iteratif.
Mendix siap mempertahankan posisinya di puncak pasar low-code dengan fokus pada AI, pembelajaran mesin, dan integrasi data. Kemampuan platform ini untuk berintegrasi dengan sistem TI yang ada dan memanfaatkan teknologi terbaru akan menjadikannya alat penting bagi perusahaan yang ingin tetap unggul dalam persaingan di dunia digital yang serba cepat. Dengan fitur kolaborasi canggihnya, Mendix adalah solusi sempurna bagi tim yang perlu membangun aplikasi yang skalabel dengan cepat sambil mempertahankan tingkat kustomisasi yang tinggi.
Mengapa Platform Low-Code dan No-Code Penting untuk Pengembangan Web di Tahun 2025
Platform low-code dan no-code telah menjadi alat penting untuk meraih kesuksesan karena perusahaan mencari cara untuk menurunkan biaya pengembangan, mempercepat jadwal proyek, dan memberdayakan non-pengembang. Platform ini memungkinkan lebih banyak orang—mulai dari tim pemasaran hingga pemilik bisnis—untuk membuat dan mengelola situs web dan aplikasi tanpa memerlukan pengetahuan teknis yang canggih, sehingga mendemokratisasi pengembangan web.
Hal ini menghasilkan waktu pemasaran yang lebih cepat, ketergantungan yang lebih rendah pada tim pengembangan spesialis, dan peningkatan kapasitas untuk inovasi dan iterasi. Perusahaan rintisan dan usaha kecil yang tidak memiliki dana untuk mempekerjakan pengembang profesional tetapi tetap membutuhkan solusi web yang tangguh dan skalabel akan menemukan platform ini sangat membantu.
Baca juga: Panduan Pemula untuk Alat dan Teknik Aksesibilitas Web

