Beranda Data dan Analitik Revolusi Jaringan Data: Desentralisasi Kepemilikan
Gambar Milik: Unsplash

Revolusi Jaringan Data: Desentralisasi Kepemilikan

-

Arsitektur data terpusat tradisional kewalahan menghadapi tuntutan modern. Seiring pertumbuhan organisasi, kebutuhan data mereka pun meningkat—begitu pula hambatan yang ada. Di sinilah Data Mesh hadir: sebuah pendekatan inovatif yang mendefinisikan ulang cara perusahaan berpikir tentang arsitektur dan kepemilikan data.

Pada intinya, Data Mesh mendesentralisasikan kepemilikan data dengan memperlakukan data sebagai produk dan menugaskan tim yang berorientasi pada domain untuk mengelola, melayani, dan berinovasi dengan kumpulan data mereka sendiri. Tidak seperti data lake atau gudang data tradisional, di mana tim data pusat mengatur segalanya, Data Mesh memberdayakan unit bisnis individual—pemasaran, keuangan, operasional—untuk mengambil alih kendali atas data mereka.

Mengapa hal ini penting?

Karena model terpusat kesulitan untuk berkembang. Seiring bertambahnya jumlah data yang dikumpulkan organisasi, tim pusat kewalahan dengan permintaan, seringkali menunda wawasan dan memperlambat inovasi. Sebaliknya, Data Mesh memungkinkan operasi data yang terukur, lincah, dan spesifik domain, secara signifikan meningkatkan waktu untuk mendapatkan wawasan.

Menurut Zhamak Dehghani, arsitek asli dari konsep tersebut, empat pilar Data Mesh adalah:

  1. Kepemilikan data berorientasi domain
  2. Data sebagai sebuah produk
  3. Infrastruktur data swalayan
  4. Tata kelola komputasi terfederasi

    Prinsip-prinsip ini tidak hanya memungkinkan otonomi, tetapi juga mendorong akuntabilitas dan kualitas data. Setiap tim domain bertanggung jawab atas siklus hidup produk data mereka, termasuk kemampuan untuk ditemukan, keamanan, dan keandalan. Ini berarti kumpulan data yang lebih berkualitas dan ketergantungan yang lebih rendah pada TI pusat yang sudah kelebihan beban.

    Penerapannya sudah berlangsung. Netflix, JPMorgan Chase, dan Intuit termasuk di antara perusahaan yang sedang menjajaki atau mengimplementasikan Data Mesh untuk menghilangkan silo dan mempercepat analitik. Dengan alat berbasis cloud seperti Snowflake, Databricks, dan dbt, membangun produk data spesifik domain tidak pernah semudah ini.

    Intinya?

    Jika organisasi Anda kesulitan dalam meningkatkan skala operasi data, desentralisasi kepemilikan data melalui Data Mesh mungkin menjadi keunggulan kompetitif Anda berikutnya. Ini bukan hanya pergeseran teknis—ini juga pergeseran budaya. Dan ini baru permulaan.

    Siddhraj Thaker
    Siddhraj Thaker
    Siddhraj adalah penulis konten pemula dengan hasrat besar untuk bercerita dan sangat memperhatikan detail. Dengan gelar di bidang teknik dan keahlian pemasaran, didukung dengan berbagai magang, ia membawa perspektif segar dan perpaduan yang koheren antara pemikiran kreatif, teknis, dan strategis. Termotivasi untuk mempelajari hal-hal baru, ia memiliki gaya menulis yang serba bisa dengan kemampuan membuat konten menarik yang juga selaras dengan tujuan bisnis.
    Gambar Milik: Unsplash

    Harus Dibaca