Beranda Data dan Analitik Analitik Data 101: Korelasi vs. Kausalitas
Gambar Milik: Pexels

Analisis Data 101: Korelasi vs. Kausalitas

-

Aspek penting dalam dunia analisis data adalah perbedaan antara korelasi dan kausalitas. Seringkali, bahkan para ahli di bidang ini pun mungkin membuat kesalahan dengan mengartikan korelasi sebagai kausalitas karena betapa eratnya hubungan keduanya.

Bagaimana Anda dapat menghindari kebingungan dengan kedua istilah tersebut dan mencegah pengambilan kesimpulan yang salah?

Baca Juga: Cara Bercerita dengan Data

Temukan bagaimana korelasi dan kausalitas memiliki makna yang berbeda dalam analisis data.

Kekeliruan dalam membedakan keduanya dapat menyebabkan kesimpulan yang salah dan pengambilan keputusan yang keliru.

Apa itu Korelasi?

Korelasi mengacu pada hubungan statistik yang dimiliki dua variabel. Ini menunjukkan sejauh mana satu variabel berubah relatif terhadap variabel lainnya. Koefisien korelasi, yang berkisar dari –1 hingga 1, digunakan untuk menggambarkan kekuatan hubungan tersebut.

  • Nilai yang mendekati 1 menunjukkan korelasi positif yang kuat (ketika satu meningkat, yang lainnya juga meningkat).
  • Nilai yang mendekati 0 menunjukkan korelasi yang sangat kecil atau bahkan tidak ada sama sekali.
  • Nilai yang mendekati -1 menunjukkan korelasi negatif yang kuat (ketika satu meningkat, yang lain menurun).

Sebagai contoh, sebuah penelitian mungkin menemukan korelasi antara penjualan es krim dan kecelakaan mobil. Meskipun mungkin ada hubungan statistik, hal itu tidak berarti keduanya saling terkait.

Apa itu Kausalitas?

Kausalitas menunjukkan bahwa satu peristiwa secara langsung memengaruhi peristiwa lainnya. Ini menetapkan hubungan sebab-akibat, yaitu, perubahan pada satu variabel secara langsung menghasilkan perubahan pada variabel lainnya.

Oleh karena itu, membuktikan hubungan sebab-akibat melampaui analisis sederhana dan membutuhkan eksplorasi yang lebih mendalam yang melibatkan keahlian di bidang tersebut dan lebih banyak data.

Salah satu contoh yang patut diperhatikan adalah lamanya waktu yang dibutuhkan untuk membuktikan bahwa merokok menyebabkan kanker paru-paru. Bukti tersebut melampaui korelasi statistik dan bergantung pada studi terkontrol, validasi berulang, dan bukti biologis.

Mengapa Orang Sering Mengacaukan Kedua Istilah Tersebut?

Ada banyak alasan mengapa sebagian orang mungkin menganggap korelasi sebagai sebab-akibat. Alasan-alasan tersebut adalah:

  • Korelasi Semu: Dua variabel mungkin berkorelasi hanya karena kebetulan. Misalnya, jumlah penjualan mobil mungkin tampak berkorelasi dengan kecelakaan tenggelam, tetapi sebenarnya keduanya tidak berhubungan.
  • Variabel Ketiga: Variabel ketiga mungkin memengaruhi dua variabel yang berkorelasi. Misalnya, penjualan es krim dan insiden tenggelam mungkin meningkat secara proporsional. Namun, data tersebut mungkin dikumpulkan pada musim panas, sehingga cuaca hangat menjadi variabel pengganggu.
  • Kausalitas Terbalik: Korelasi tidak secara langsung menentukan arah pengaruh. Pendidikan tinggi sering dikaitkan dengan tingkat pendapatan seseorang. Namun, pendapatan juga dapat memengaruhi tingkat pendidikan yang diterima seseorang.

Oleh karena itu, menyadari alasan-alasan ini penting untuk ilmu data.

Bagaimana Membedakan Antara Korelasi dan Kausalitas?

Ada banyak cara untuk memahami apakah terdapat hubungan sebab-akibat selain sekadar korelasi sederhana.

  • Memiliki Pengetahuan Domain: Ini dimulai dengan pemahaman mendalam tentang bidang tersebut dan mekanisme yang mendasarinya. Hal ini dapat memperjelas hubungan antar bidang.
  • Eksperimen yang Sering Dilakukan: Pengujian A/B acak mengisolasi variabel dan menetapkan apakah terdapat hubungan sebab-akibat.

Menerapkan strategi-strategi ini membantu dalam pengambilan keputusan yang tepat dan berbasis data.

Kesimpulan: Jangan Salah Mengartikan Korelasi sebagai Sebab Akibat

Korelasi dapat membantu mengidentifikasi tren dan pola dalam data. Namun, menetapkan hubungan sebab-akibat membutuhkan keahlian di bidang terkait, eksperimen terkontrol, dan banyak lagi.

Memahami perbedaan nuansa antara kedua istilah tersebut memastikan bahwa keputusan berbasis data didasarkan pada kenyataan.

Abhishek Pattanaik
Abhishek Pattanaik
Abhishek, sebagai seorang penulis, memberikan perspektif segar tentang berbagai topik. Dia membawa keahliannya di bidang Ekonomi ditambah dengan basis penelitian yang kuat ke dunia penulisan. Dia senang menulis tentang topik yang berkaitan dengan olahraga dan keuangan, tetapi sering menjelajah ke domain lain. Sering terlihat di berbagai restoran, dia adalah konsumen setia masakan baru.
Gambar Milik: Pexels

Harus Dibaca