Jika Anda pernah melihat spreadsheet besar atau dasbor kompleks dan merasa mata Anda berkaca-kaca, Anda tidak sendirian. Data memang bisa menakutkan. Tetapi ada kabar baik: 5 alat BI berkembang pesat, dan tahun 2025 tampaknya akan menjadi tahun di mana alat-alat ini benar-benar menjadi sahabat terbaik Anda dalam menavigasi data, bukan musuh Anda.
Mari kita jelajahi lima alat BI yang mengubah cara bisnis dan individu terhubung dengan data, menjadikannya mudah diakses, dapat ditindaklanjuti, dan bahkan menyenangkan.
1. Looker (Google Cloud) — Eksplorasi Data yang Intuitif
Looker, yang kini menjadi bagian dari Google Cloud, telah lama dipuji karena kemampuannya untuk memungkinkan pengguna menyelami data mereka secara mendalam tanpa perlu menjadi ahli SQL. Dalam lanskap 5 alat BI yang membentuk tahun 2025, fokus Looker pada kueri bahasa alami berarti Anda dapat mengajukan pertanyaan kepada data Anda dalam bahasa Inggris sederhana dan mendapatkan jawaban yang jelas.
Bayangkan Anda mengetik, “Tunjukkan produk terlaris kuartal lalu,” dan langsung mendapatkan laporan terperinci—tanpa perlu coding.
Pelajari lebih lanjut tentang pembaruan terbaru Looker di halaman resmi Google Cloud
2. Power BI (Microsoft) — Familiar, Ampuh, dan Kini Lebih Cerdas
Power BI terus menjadi pilihan utama di antara 5 alat BI terbaik bagi banyak perusahaan karena terintegrasi dengan mulus dengan alat Microsoft Office yang mungkin Anda gunakan setiap hari. Lompatan besar untuk tahun 2025? Wawasan berbasis AI dan penyajian data otomatis.
Power BI kini tidak hanya menampilkan data, tetapi juga menceritakan kisah di baliknya, menyoroti tren dan anomali secara otomatis, sehingga Anda tidak perlu mencarinya sendiri.
Simak blog Microsoft tentang inovasi Power BI
3. Tableau (Salesforce) — Memvisualisasikan Data dengan Cara yang Belum Pernah Ada Sebelumnya
Tableau adalah raja visualisasi interaktif yang indah di antara 5 alat BI. Pada tahun 2025, kemampuan analitik yang ditingkatkan dari Tableau akan mengubah permainan, membantu pengguna mengungkap wawasan melalui rekomendasi berbasis AI.
Selain itu, dengan alat kolaborasi yang lebih baik, tim dapat mengerjakan dasbor bersama-sama, menjadikan data sebagai pengalaman bersama dan bukan lagi tugas individual.
Lihat fitur-fitur terbaru Tableau secara langsung di Tableau .
4. Qlik Sense — Mesin Asosiatif yang Memecah Silo Data
Qlik Sense, salah satu dari 5 alat BI terkemuka di pasar, telah membangun reputasinya berdasarkan mesin asosiatif unik yang memungkinkan pengguna menjelajahi data secara bebas, tanpa terjebak dalam kueri yang kaku. Tahun ini, Qlik semakin fokus pada kecerdasan buatan untuk memandu pengguna dalam eksplorasi data sekaligus menyederhanakan kumpulan data yang kompleks.
Jika Anda pernah berharap data dapat "masuk akal" sesuai keinginan Anda, Qlik Sense semakin mendekati cita-cita tersebut.
Pelajari lebih lanjut tentang pendekatan Qlik di situs resmi Qlik .
5. Sisense — Analitik Terintegrasi untuk Semua Orang
Sisense membawa BI ke tempat pengguna sudah bekerja. Platform analitik terintegrasi mereka menggabungkan BI yang canggih langsung ke dalam aplikasi, portal, atau alur kerja—tanpa perlu beralih antar alat.
Pada tahun 2025, Sisense berfokus pada menjadikan analitik mudah diakses oleh pengguna non-teknis dengan dasbor yang disederhanakan dan asisten AI yang menjelaskan wawasan data dalam bahasa percakapan.
Pelajari pendekatan Sisense terhadap analitik terintegrasi di blog Sisense .
Kesimpulan
Masa depan BI adalah tentang membuat data kembali manusiawi, mudah dipahami, bermanfaat, dan bahkan menyenangkan untuk dieksplorasi. Jika Anda belum bereksperimen dengan salah satu alat ini, tahun 2025 adalah tahun yang tepat untuk memulainya.

