Beranda Komputasi Awan Komputasi Awan: Isu Keamanan & Langkah-Langkah Keselamatan
Sumber gambar: Pixabay

Cloud Computing: Masalah Keamanan & Tindakan Keamanan

-

Data adalah oksigen bagi bisnis masa kini. Data ada di mana-mana dan sangat penting. Tanpa data dan pengelolaannya yang efektif, dunia akan berhenti berputar. Komputasi awan telah merevolusi cara bisnis menggunakan dan menganalisis kumpulan data yang sangat besar.

Di dunia saat ini, di mana bisnis sangat bergantung pada komputasi awan untuk penyimpanan dan pemrosesan data, masalah keamanan telah menjadi perhatian utama. Memahami kekhawatiran dan tantangan tersebut serta mengadaptasi langkah-langkah mitigasi untuk mengatasinya menjadi sangat penting untuk menjaga keamanan data di cloud.

Tantangan Keamanan

Meskipun komputasi awan telah merevolusi penyimpanan dan pengelolaan data, hal ini juga membawa risiko. Berbagai jenis ancaman lazim terjadi terkait data yang disimpan di awan. Memahami sifat ancaman-ancaman ini menjadi penting untuk membentuk dan menyusun strategi mitigasi terhadapnya.

Pelanggaran Data

Dengan penggunaan komputasi awan, muncul pula risiko pelanggaran data. Dengan integrasi informasi sensitif ke dalam sistem awan, potensi terjadinya serangan siber untuk pelanggaran data meningkat secara signifikan. Pelanggaran data terjadi ketika seseorang yang tidak berwenang mendapatkan akses ke data rahasia karena keamanan atau kontrol akses yang lemah.

Kehilangan Data

Komputasi awan memberi pemilik bisnis kemampuan untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan data mereka, tetapi juga membuatnya lebih rentan terhadap masalah seperti kehilangan data. Kehilangan data di komputasi awan merujuk pada penghancuran, kerusakan, atau ketidakmampuan untuk mengakses data yang tersimpan, baik disengaja maupun tidak disengaja.

Serangan Penolakan Layanan

Serangan Distributed Denial of Service atau DDoS merupakan ancaman besar bagi organisasi yang bergantung pada komputasi awan. Serangan DDoS merujuk pada upaya untuk membebani server secara berlebihan, sehingga server tidak tersedia bagi pengguna/klien yang sah. Hal ini terjadi ketika suatu sistem mendeteksi lalu lintas yang sangat tinggi. Serangan DDoS dapat mengganggu layanan, mencegah pengguna mengakses data mereka sendiri.

Kompleksitas Kepatuhan dan Regulasi

Integrasi layanan cloud dan penyimpanan data dalam kerangka peraturan memerlukan pemahaman mendalam tentang berbagai kewajiban hukum, standar industri, dan undang-undang perlindungan data seperti GDPR, HIPAA, dll. Kepatuhan terhadap norma peraturan tersebut dan navigasi melalui lanskap hukum yang kompleks merupakan tantangan yang signifikan.

Ancaman dari Dalam

Ancaman dari dalam organisasi mengacu pada penyalahgunaan atau akses tidak sah terhadap data dan sumber daya sensitif oleh individu di dalam suatu organisasi. Ancaman dari dalam organisasi dapat secara signifikan membahayakan keamanan data dalam lingkungan cloud. Pada tahun 2022, 31% CISO (Chief Information Security Officer) menyebutkan ancaman dari dalam organisasi sebagai risiko keamanan siber yang signifikan.

Strategi untuk Mengurangi Tantangan Keamanan di Cloud

Penerapan langkah-langkah pencegahan terhadap tantangan keamanan dalam komputasi awan sangat penting untuk melindungi data sensitif dan mematuhi standar kepatuhan. Strategi ini membantu mengurangi potensi risiko keamanan dan menyediakan ekosistem awan yang lebih aman bagi bisnis untuk data mereka.

Enkripsi dan Kontrol Akses yang Kuat

Kontrol akses ketat yang didasarkan pada prinsip hak akses minimal, bersama dengan enkripsi ujung-ke-ujung untuk data yang sedang ditransmisikan dan yang tersimpan, menjamin bahwa hanya pengguna yang berwenang yang dapat mengakses data tertentu.

Audit Keamanan dan Pemeriksaan Kepatuhan Secara Berkala

Pentingnya audit keamanan dan pemeriksaan kepatuhan secara berkala tidak dapat diremehkan. Penilaian berkala ini merupakan landasan penting dalam melindungi data rahasia, memastikan kepatuhan terhadap standar industri, dan memperkuat infrastruktur cloud terhadap risiko. Pemantauan akses data, konfigurasi, dan aktivitas pencatatan membantu dalam mengatasi potensi pelanggaran secara proaktif.

Praktik Pengembangan yang Aman

Mengintegrasikan praktik pengkodean yang aman dan protokol keamanan yang kuat sejak tahap awal pengembangan membantu meminimalkan potensi risiko keamanan dalam aplikasi dan sistem. Dengan mengintegrasikan keamanan ke dalam proses pengembangan, organisasi dapat secara proaktif mengidentifikasi dan mengurangi potensi kerentanan yang memastikan lingkungan cloud yang efektif.

Langkah-langkah Keamanan Berlapis

Langkah-langkah keamanan berlapis menawarkan strategi komprehensif untuk melindungi data di lingkungan cloud. Penerapan pendekatan keamanan berlapis yang mencakup firewall, sistem deteksi intrusi, dan perangkat lunak anti-malware memperkuat pertahanan terhadap potensi ancaman siber.

Pemantauan Berkelanjutan dan Respons Insiden

Sangat penting untuk menggunakan solusi pemantauan waktu nyata agar dapat dengan cepat mengidentifikasi dan mengatasi potensi ancaman keamanan. Menyusun rencana respons insiden yang jelas dapat membantu mengurangi pelanggaran keamanan dan meminimalkan dampaknya. Melakukan analisis pasca-insiden yang menyeluruh juga dapat membantu memperkuat langkah-langkah keamanan dan mencegah potensi ancaman di masa mendatang.

Pelatihan dan Kesadaran Karyawan

Dengan memastikan bahwa anggota staf memiliki informasi yang memadai, terlatih, dan terlibat dalam praktik keamanan, organisasi dapat menurunkan risiko pelanggaran keamanan secara signifikan. Mendidik dan melatih karyawan tentang praktik keamanan seperti mengenali upaya phishing, mematuhi protokol keamanan yang telah ditetapkan, dan lain sebagainya, memperkuat langkah-langkah keamanan internal organisasi.

Kesimpulan

Dengan mengintegrasikan langkah-langkah keamanan yang kuat, melakukan penilaian secara berkala, dan menumbuhkan budaya kesadaran keamanan, organisasi dapat memanfaatkan potensi solusi data berbasis cloud sekaligus melindungi informasi sensitif.

Samita Nayak
Samita Nayak
Samita Nayak adalah penulis konten yang bekerja di Anteriad. Dia menulis tentang bisnis, teknologi, SDM, pemasaran, cryptocurrency, dan penjualan. Saat tidak menulis, dia biasanya terlihat sedang membaca buku, menonton film, atau menghabiskan terlalu banyak waktu dengan Golden Retriever-nya.
Sumber gambar: Pixabay

Harus Dibaca