Beranda AI & Pembelajaran Mesin Mengapa Bisnis Bertaruh pada AI Khusus daripada AGI
Gambar Milik: Pexels

Mengapa bisnis bertaruh pada AI khusus, bukan AGI

-

Evolusi kecerdasan buatan secara historis dipandang sebagai kompetisi yang bertujuan untuk mencapai Kecerdasan Buatan Umum (Artificial General Intelligence/AGI)—sebuah sistem yang dapat melakukan penalaran seperti manusia di berbagai tugas. Namun demikian, tren saat ini menunjukkan kecenderungan yang meningkat terhadap model AI khusus, yang umumnya dikenal sebagai "AI Roundheads," daripada mengejar tujuan ambisius AGI, yang disebut sebagai "AI Cavaliers." Perubahan pendekatan terhadap pengembangan AI ini membawa konsekuensi penting bagi efisiensi, biaya, dan aplikasi praktis di berbagai industri.

Konteks Sejarah: AGI vs. AI Terspesialisasi

Selama beberapa dekade, para peneliti dan visioner teknologi telah mengejar AGI (Artificial General Intelligence), sebuah konstruksi teoretis di mana sebuah mesin memiliki kemampuan untuk melakukan tugas intelektual apa pun yang dapat dilakukan manusia. AGI tetap menjadi tujuan jangka panjang bagi perusahaan seperti OpenAI dan DeepMind, yang membutuhkan sumber daya komputasi yang sangat besar, algoritma canggih, dan kumpulan data yang luas untuk mendekati kognisi manusia.

Sebaliknya, AI khusus, atau AI sempit, berfokus pada pengoptimalan kinerja di domain tertentu. Model-model ini unggul dalam aplikasi yang ditargetkan, seperti pemrosesan bahasa alami (NLP), visi komputer, deteksi penipuan, dan diagnostik medis. Tidak seperti AGI, yang membutuhkan kemampuan generalisasi yang luas, model AI khusus dirancang untuk melakukan tugas-tugas yang telah ditentukan sebelumnya dengan efisiensi dan akurasi tinggi.

Mengapa AI Khusus Semakin Populer?

Pergeseran menuju AI yang terspesialisasi didorong oleh beberapa faktor kunci:

1. Efisiensi dan Efektivitas Biaya

Pengembangan AGI (Artificial General Intelligence) membutuhkan daya komputasi dan data pelatihan yang ekstensif, yang seringkali membuatnya sangat mahal. Sebaliknya, AI khusus lebih hemat biaya karena dirancang untuk tugas-tugas spesifik dan membutuhkan lebih sedikit sumber daya untuk pelatihan dan penerapan. Hal ini membuatnya menarik bagi bisnis yang ingin mengadopsi AI dengan cepat tanpa mengeluarkan biaya tinggi.

2. Optimasi Khusus Industri

Bisnis di berbagai sektor memanfaatkan model AI khusus bidang untuk mendapatkan keunggulan kompetitif. Misalnya:

  • Layanan kesehatan : Model pencitraan berbasis AI seperti DeepMind AlphaFold milik Google membantu dalam prediksi struktur protein, mempercepat penemuan obat.
  • Keuangan : Model AI yang khusus dalam deteksi penipuan, seperti sistem keamanan berbasis AI milik Visa, membantu mengidentifikasi transaksi penipuan dengan tepat.
  • Ritel : Mesin rekomendasi berbasis AI, seperti yang digunakan oleh Amazon dan Netflix, meningkatkan pengalaman pengguna dengan memprediksi preferensi konsumen.

Aplikasi-aplikasi ini menggambarkan bagaimana AI sempit (narrow AI) sudah memberikan nilai nyata di dunia nyata, sedangkan AGI (Artificial General Intelligence) sebagian besar masih bersifat hipotetis.

3. Kemampuan Menjelaskan dan Kepercayaan

Salah satu tantangan dengan AGI adalah masalah "kotak hitam"—proses pengambilan keputusan yang kompleks dan kurang transparan. Namun, model AI khusus lebih mudah diinterpretasikan dan disempurnakan, sehingga memungkinkan penjelasan yang lebih baik. Hal ini sangat penting di industri seperti perawatan kesehatan dan keuangan, di mana kepatuhan terhadap peraturan dan akuntabilitas sangatlah utama.

4. Penerapan dan Integrasi yang Lebih Cepat

Mengembangkan sistem AGI (Artificial General Intelligence) serbaguna membutuhkan pelatihan dan pengujian ekstensif sebelum dapat diterapkan di berbagai domain. Sebaliknya, model AI khusus dapat dikembangkan dan diterapkan dengan cepat untuk penggunaan langsung. Adopsi luas platform AI-as-a-Service (AIaaS) semakin menyederhanakan integrasi AI spesifik tugas ke dalam operasi bisnis.

Kemajuan Teknologi Utama yang Mendorong AI Terspesialisasi

Model Berbasis Transformator

Pengenalan arsitektur transformer, seperti GPT-4 dari OpenAI dan Gemini dari Google, telah merevolusi AI khusus. Model-model ini dapat disesuaikan untuk aplikasi spesifik domain, memungkinkan bisnis untuk memanfaatkan kemampuan NLP yang canggih tanpa perlu membangun AGI.

Pembelajaran Terfederasi

Pembelajaran terfederasi memungkinkan model AI dilatih pada sumber data terdesentralisasi sambil tetap menjaga privasi. Hal ini sangat berguna di bidang kesehatan dan keuangan, di mana keamanan data sangat penting. Alih-alih membutuhkan satu sistem AGI untuk mengelola semuanya, pembelajaran terfederasi memungkinkan beberapa model khusus untuk berkolaborasi secara aman.

Edge AI

Munculnya edge computing telah memungkinkan model AI khusus untuk beroperasi secara lokal pada perangkat, alih-alih bergantung pada pemrosesan cloud terpusat. Hal ini telah menghasilkan aplikasi AI yang lebih cepat dan efisien di bidang-bidang seperti kendaraan otonom, IoT, dan analitik waktu nyata.

Tantangan dan Keterbatasan AI Khusus

Terlepas dari keunggulannya, AI khusus bukannya tanpa tantangan:

  • Generalisasi Terbatas : Model AI khusus berkinerja sangat baik dalam domain yang ditentukan tetapi kesulitan ketika diterapkan pada tugas di luar cakupan pelatihannya.
  • Pemeliharaan dan Skalabilitas : Mengembangkan banyak model AI untuk tugas yang berbeda memerlukan pembaruan dan pemeliharaan berkelanjutan, yang meningkatkan kompleksitas operasional.
  • Bias dan Kekhawatiran Etis : Karena model AI khusus dilatih pada kumpulan data tertentu, model tersebut dapat mewarisi bias yang mungkin tidak ada pada model AGI yang lebih luas.

Masa Depan: Hidup Berdampingan atau Bersaing?

Meskipun mencapai AGI (Artificial General Intelligence) adalah aspirasi jangka panjang, keuntungan nyata dari AI khusus menjadikannya pilihan yang lebih menarik bagi perusahaan saat ini. Alih-alih memandangnya sebagai konflik langsung antara AGI dan AI sempit, masa depan mungkin melibatkan strategi gabungan di mana model khusus berkolaborasi bersama sistem AI yang lebih umum. Bisnis yang dengan bijak mengalokasikan sumber daya untuk AI khusus sambil memantau perkembangan AGI akan berada pada posisi optimal untuk memanfaatkan dinamika lanskap AI yang berubah.

Baca juga: Mengapa AI Tidak Membutuhkan ML, Tetapi ML Tidak Dapat Bertahan Tanpa AI

Apa Artinya Ini

Munculnya AI khusus domain—model AI yang dirancang khusus untuk tugas-tugas tertentu—sedang mengubah lanskap industri AI. Meskipun mencapai AGI tetap menjadi tujuan jangka panjang, AI yang terfokus menunjukkan efisiensi, efektivitas biaya, dan penggunaan praktis yang lebih besar di berbagai sektor. Perusahaan dan peneliti perlu menyesuaikan diri dengan pergeseran ini, memanfaatkan AI khusus untuk mendorong inovasi sambil tetap terbuka terhadap kemajuan AGI di masa depan.

Jijo George
Jijo George
Jijo adalah sosok yang antusias dan segar di dunia blogging, bersemangat dalam mengeksplorasi dan berbagi wawasan tentang berbagai topik mulai dari bisnis hingga teknologi. Dia membawa perspektif unik yang memadukan pengetahuan akademis dengan pendekatan kehidupan yang penuh rasa ingin tahu dan berpikiran terbuka.
Gambar Milik: Pexels

Harus Dibaca